Postingan

Mengharap Rahmat Allah Azza Wa Jalla

Gambar
MENGHARAP RAHMAT ALLAH AZZA WA JALLA Jika engkau abaikan ciptaan, semoga Allah merahmatimu. Semoga Allah membunuh kehendakmu (yang tidak baik) dan Dia menempatkanmu dalam kehidupan yang baru dan mulia. Sekarang dirimu mendapatkan karunia berupa kehidupan abadi, mendapat kekayaan dan kebahagiaan yang abadi, dan mendapat rahmat dan ilmu sehingga tak mengenal kebodohan. Engkau dilindungi Allah dari rasa takut. Engkau dimuliakan sehingga tidak hina lagi dan selalu dekat kepada Allah sehingga menjadi tumpuan harapan bagi orang-orang yang memohon kepada Allah melalui dirimu.  Kau menjadi pengganti para rasul, para nabi dan shadiqqin. Kau adalah puncak wilayat dan para wali yang masih hidup mengerumunimu. Segala masalah dapat engkau selesaikan dan kau temukan jalan keluarnya. Sawah ladang berpanen melimpah ruah berkat doamu. Lenyapnya penderitaan umat melalui doamu. Orang-orang banyak yang datang dan bergegas menemuimu, membawa bingkisan dan hadiah, serta mengabdi kepadamu. Peng...

Kisah Umar bin Khattab ra.

Gambar
Kisah Umar bin Khattab ra. Sebelum Masuk Islam Umar ra. adalah seorang sahabata yang namanya telah menjadi suatu kebanggaan bagi kaum muslimin hingga hari ini. Nama itu meningkatkan gairah keiamanan dan menggentarkan hati-hati orang kafir selama 1.400 tahun yang lalu hingga kini. Dahulu sebelum Islam, ia sering mengganggu, dan menyakiti orang-orang yang masuk Islam. Bahkan, ia pernah akan membunuh Rasululla saw.. Suatu ketika, orang-orang kafir telah bermusyawarah diantara mereka, apakah ada orang yang berani membunuh Muhammad (saw.). Umar segera menyahut, "Sayalah yang akan membunuhnya!" Mereka berkata, "Ya! kamulah, yang layak melakukannya!" Umar langsung menghunus pedangnya dan pergi untuk membunuh Rasulullah saw.. Di tengah perjalanan, ia berjumpa dengan seorang sahabat dari kabilah Zuhrah yang bernama Sa'ad ra. bertanya, "Mau pergi kemana, wahai Umar?" Jawab Umar ra., "Saya akan membunuh Muhammad saw. (Na'udzubilahi). Sa'a...

AL-QUR'AN dan TERJEMAHAN

Kisah Keislaman Shuaib ra.

Gambar
Shuhaib ra. memeluk Islam bersamaan dengan Ammar ra. Pada masa itu, Nabi saw. sering berada di tempat Arqam. Kedua orang ini menemui Rasulullah saw. secara bergantian. Kebetulan mereka bertemu di pintu rumah Arqam. Keduanya saling mengetahui maksud kedatangan masing-masing, yaitu untuk memeluk Islam dan berusaha mengambil manfaat dari kehidupan Nabi saw. Setelah ia masuk Islam, dalam keadaan jamaah muslim yang masih sangat sedikit dan lemah, ia telah berani menunjukkan ke Islamannya kepada umum. Akibatnya, ia disiksa dan banyak menderita, sehingga ia berniat untuk berhijrah. Namun kaum kafir Quraisy sangat tidak setuju jika ia hijrah dan hidup dengan tenteram. Jika orang-orang kafir itu mendengar ada orang yang mau berhijrah, maka mereka akan berusaha menangkapnya agar tidak dapat lolos dari gangguan mereka. Rencana Shuhaib ra. pun telah diketahui oleh orang kafir Quraisy. Mereka mengirim satu rombongan untuk menangkapnya. Dan Shuhaib ra. membawa panah yang ia sembunyikan...

Berakhirnya Gerakan Musailamah Al Kazzab

Gambar
Musailamah-al-Kazzab yang mendakwakan dirinya Nabi dan Rasul, bagi menandingi Nabi Besar Muhammad, mempunyai pasukan berkekuatan 40.000 tenaga tempur. Termasuk di dalamnya pasukan yang ditinggalkan isterinya Sajjah binti Alharits, yang telah pulang kembali ke Aljazirah pada belahan utara Irak, dan meninggalkan pasukannya itu di bawah pimpinan Huzail dan Ukbah dan Zayyad. Musailamah itu terpandang tokoh cendekiawan dalam lingkungan sukubesar Hanifah yang mendiami wilayah Yamamah. Wilayah itu terletak pada bagian Tengah belahan timur. Pada bagian timur dan timurlaut berwataskan wilayah Bahrain dan wilayah kediaman sukubesar Tamim. Bagian utara berwataskan wilayah Nejed dan bagian selatan berwataskan Najran dan wilayah Yaman dan bagian barat berwataskan wilayah Hijaz, dengan jarak perjalanan kafilah selama tiga hari dari kota Mekkah. Wilayah itu terpandang subur dengan kebun-kebun korma beserta tanaman-tanaman lainnya. Sewaktu sukubesar Hanifah itu mengirimkan perutusan ke Madinah m...

Pergerakan Pasukan Khalid Ibn Walid

Gambar
PERGERAKAN PASUKAN KHALID IBN WALID Perikeadaan sukubesar Thai Khalid ibn Walid dengan pasukannya dianjurkan Khalif Abubakar supaya lebih dahulu menuju wilayah kediaman sukubesar Thai, bagian tengah sebelah timurlaut Khaibar, dan kemudian baharulah menuju pusat kedudukan dan ketentaraan Thu-laihah ibn Khuwailid Al Asadi di Bazakha. Bagian terbesar dari suku Thai itu telah belot mengikut Thulaihah Al Asadi dan sebagian kecil saja masih teguh keimanannya. Kepala suku-besar itu, marhum Hatim-al-Thai, amat harum sekali namanya dalam kalangan bangsa Arab karena kedermawanannya hingga menimbulkan pameo ’’sidermawan Hatim.” Ia meninggal pada tahun 605 M yakni lima tahun sebelum Nabi Muhammad bermula mengembangkan agama Islam di Mekkah. Sewaktu pasukan Islam menundukkan sukubesar Thai itu pada masa Nabi Besar Muhammad maka puterinya, Saffanah binti Hatim, kena tawan; dan puteranya, Adiya ibn Hatim, sempat meluputkan diri ke Syria dan memeluk agama Nasrani di situ. Mengingat kedudukan...

GERAKAN TERHADAP MADINAH

Sejarah Kulafaur Rasyidin GERAKAN TERHADAP MADINAH Ancaman terhadap Madinah Pasukan Usamah ibn Zaid telah berangkat ke Utara. Suku-suku besar bangsa Arab yang mendiami wilayah bagian tengah Arab ia telah melibatkan diri dalam gerakan Riddat itu sewaktu terberita Nabi Besar Muhammad jatuh sakit; dan sewaktu ter-berita kemangkatan Nabi Muhammad maka sikap mereka itu lebih agressip hingga pejabat-pejabat setempat, yang ditunjuk dan diangkat Nabi Besar Muhammad untuk wilayah setiap suku-besar itu terpaksa pulang ke Madinah, dan melaporkan perikea-daan pada setiap wilayah itu kepada Khalif Abubakar. Suku-suku besar itu mendiami wilayah yang bagaikan melingkari Madinah. Penduduk yang masih tinggal di Madinah mulai menaruh kuatir, terutama perempuan-perempuan yang ditinggalkan suami dan anak-anak yang ditinggalkan bapanya. Khalif Abubakar segera mengambil tindakan beijaga-jaga. Penduduk yang masih tinggal itu, terutama perempuan-perempuan dan anak-anak, diungsikan ...