Jalan Orang-orang Makrifat, Murid-murid Sufi, Hukum, Kepemimpinan, Niat, Dzikir, Syukur, Pakaian, Bangun Tidur, Siwak, Merias Diri, Bersuci, Keluar Rumah

Jalan Orang-orang Makrifat

Segala puji bagi Allah, Dzat Yang telah menerangi hati orang-orang ma'rifat dengan berdzikir kepadaNya, menggerakkan lidah mereka dengan mensyukuri nikmatNya, dan memakmurkan organ-organ tubuh mereka dengan berkhidmah kepadaNya. Mereka ini adalah taman surga manusia yang tempat gembalaan mereka. Di kebun-kebun ahli ma'rifat itu, orang-orang menumpahkan cinta mereka. Allah selalu menyebut-nyebut mereka dan mereka menyebut-nyebut Allah. Allah mencintai mereka dan mereka mencintai Allah. Allah meridlai mereka dan mereka ridla kepada Allah.

Modal ma'rifat mereka adalah kefakiran. Menejemen mereka adalah getaran hati karena menginat Allah. Ilmu Mereka adalah obat penghapus dosa. Ma'rifat mereka adalah obat hati. Mereka adalah lampu-lampu yang memancarkan hujjah-hujjah Allah. Mereka adalah kunci. Kunci pembuka gudang-gunang hikmah Allah. Imam mereka adalah rembulan yang bersinar terang dan panglima mereka adalah cahaya, dan dia itu adalah junjungan seluruh umat manusia, yaitu Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muthallib. Beliau adalah Rasul Penutup, buah dan cabang-cabangnya adalah taqwa.

"[Phon itu] tumbuh tidak di sebelah timur juga tidak di sebelah barat, yang minyaknya hampir-hampir menerangi walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya. Allah membimbing kepada cahayaNya siapa yang Dia kehendaki, dan Allah membuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha mengetahui segala sesuatu". (QS Al Nuur:35).

"Barangsiapa tidak diberi cahaya oleh Allah, maka baginya tidak ada cahaya sedikit pun." (QS. Al Nuur:40)

Shalawat Nabi menerangi langit dan bumi. Jejak-jejak cahayanya meninggi dan bersemayam dalam hati orang-orang yang suci. Sholawatnya mengharumkan dunia, menjadi kabar gembira bagi para Nabi. Sholawatnya juga menaungi keluarganya yang suci dan para sahabatnya yang disucikan.

Murid-murid Sufi

Mengawali untuk menjadi murid sufi, ia berkeliling di atas tiga prinsip utama, yaitu khauf, raja' dan hub (takut, harap, dan cinta). Khauf (takut) adalah cabang ilmu, rajak (berharap) adalah cabang keyakinan, sedang hub (cinta) adalah cabang ma'rifat. Bukti khauf adalah lari (dari dosa). Bukti Raja' adalah mencari (Allah). Dan bukti hub adalah memutlakkan atau mengutamakan Dzat yang dicintai. Perumpamaan tiga hal itu adalah Masjidil Haram, Majid dan Ka'bah. Barangsiapa masuk Masjidil Haram, ia pasti aman dari gangguan makhluk. Barangsiapa masuk masjid (masjid umum), tubuhnya harus dijaga dari melakukan maksiat. Barangsiapa masuk Ka'bah, maka hatinya aman dari mengingat selain Allah.

Jika seorang hamba menetapi kebaikan ini, ia ditetapkan mampu memandang di kegelapan malam dan di terangnya siang. Ia tahu jika salah satunya muncul, maka yang satu hilang. Jika gelapnya malam muncul, maka terangnya siang hilang. Jika cahaya siang naik, maka kegelapan malam turun menghilang.

Demikian juga dengan cahaya ma'rifat. Jika cahaya ma'rifat bersinar, maka kegelapan maksiat menghilang dari peredaran tubuh. Jika suatu keadaan yang diridlainya mengondisikannya untuk menyongsong maut, ia bersyukur kepada Allah atas taufiq dan pemeliharaanNya. Jika suatu keadaan yang dibencinya menguasainya dan maut bersamanya, ia beralih dari keadaan itu dengan keteguhan tekad dan kesempurnaan perjuangan. Ia tahu bahwa tidak ada tempat berlindung dari murka Allah kecuali kembali kepada Allah. Ia juga sadar bahwa tidak ada yang bisa mengantarkannya untuk sampai kepada Allah kecuali bersamaNya. Ia menyesal atas kesalahan-kesalahan yang pernah diperbuatnya. Ia prihatin atas usianya yang pernah dipakai untuk berbuat dosa. Ia kembali dan memohon pertolongan kepada Allah agar menyucikan badan wadagnya dari dosa-dosa dan menjernihkan batinnya dari aib. Ia memutus senar nyanyian lupa dari hatinya, memadamkan api yang membakar syahwatnya, berjalan lurus di atas titian kebenaran, dan mengendarai kendaraan kejujuran. Sesungguhnya siang adalah bukti kehidupan akhirat dan malam adalah bukti kehidupan dunia. Tidur adalah saksi kematian. Seorang hamba pasti mendatangi apa yang telah lewat dan menyesali apa yang telah berlalu.

"Pada hari itu diberitahukan kepada manusia apa yang telah dikerjakannya dan apa yang dilalaikannya." (QS. Al Qiyamah:13).

Hukum

Kata Al Qalb yang bermakna hati ini, huruf akhirnya bisa dibaca empat macam, yaitu di-rafa', di-fathah, di-kasrah, dan di-sukun. Al Qalb yang di-rafa' mengandung makna dzikir pada Allah, Al Qalb yang di-fathah mengandung makna ridla, Al Qalb yang di-kasrah mengandung makna sibuk pada selain Allah, dan Al Qalb yang di-sukun mengandung makna lupa kepada Allah. Alamat Rafa' ada tiga: adanya kesesuaian, hilangnya perbedaan, dan langgungnya kerinduan. Alamat fathah ada tiga pula, yaitu : tawakkal, benar, dan yakin. Alamat kasrah ada tiga pula, yaitu ujub atau bangga diri, riya' dan tamak. Ketiganya merupakan penggabungan sikap yang berorientasi kepada keduniaan. Alamat sukun pun ada tiga, yaitu :  kehilangan manisnya taat, tidak merasakan pahitnya maksiat, dan penyamaran halal.

Kepemimpinan

Rasulullah saw. bersabda yang artinya : "Mencari Ilmu adalah wajib bagi setiap muslim."

Ilmu itu adalah ilmu jiwa. Karena itu, wajib setiap murid untuk bersyukur atau udzur. Karena itu pula utamakan ilmu. Jika ditolak, maka berbuat adilah. Taatnya gerakan dengan taufiq, diamnya dengan pemeliharaan, dan demikian itu tidak bisa berjalan lurus kecuali dengan melanggengkan kebutuhan.

Kuncinya adalah mengingat mati. Karena dengan mengingatnya, jiwa bisa terbebas dari rasa terpenjara dan selamat dari permusuhan. Tiang penyangganya adalah mengembalikan umur kepada hari yang satu. Demikian itu tidak akan bisa disatukan kecuali dengan berpikir dalam keseluruhan waktu. 

Pintu berpikir adalah pengosongan diri. Penyebab pengosongan adalah zuhud. Tiang zuhud adalah taqwa. Punuk taqwa adalah khauf. Tali pengekang khauf adalah yakin. Sistem keyakinan adalah menyepi dan lapar. Jalan sungguh-sungguh dan kesabaran adalah kebenaran, dan bukti kebenaran adalah ilmu.

Niat

Dalam setiap gerak dan diamnya, seorang hamba wajib niat. Rasulullah saw. bersabda : "Sesungguhnya semua amal (bergantung) pada niat-[nya] dan bagi setiap orang mendapatkan apa yang diniati dan niat seseorang mukmin lebih baik daripada amalnya."

Niat itu berbeda mengikuti perbedaan waktu. Orang yang melakukan sesuatu dengan niat pasti merasakan kelelahan. Sedangkan yang tidak berniat, ia merasakan kelonggaran. Memang tidak ada yang lebih sulit daripada menjaga niat.

Dzikir

Jadikanlah hatimu sebagai kiblat lidahmu. Ketika berdzikir, hayatilah rasa malu dalam beribadah dan rasa takut kepada Allah. Ketahuilah bahwa Allah mengetahui rahasia hatimu, melihat zahir perbuatanmu, dan mendengar suara lirih ucapanmu. Karena itu, sucikanlah hatimu dengan kesedihan, dan nyalakan ruangan di dalamnya dengan api ketakutan. Jika hijab atau tabir lupa hilang dari hatimu, maka dzikirmu bersamaNya dan dzikirNya untukmu. Allah swt. berfirman [yang artinya]: "Dan sesungguhnya mengingat Allah (sholat) adalah lebih besar." (QS. Al Ankabut:45). Ia mengingatmu, tetapi tidak butuh kamu, sedangkan engkau mengingatNya dan memang butuh kepadaNya. Dia berfirman [yang artinya] : "Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tentram." (QS. Al Ra'ad : 28). Tenangnya hati dalam dzikir kepada Allah dan ketakutannya juga bersama dzikir pada Allah.

"Sesungguhnya orang-orang yang beriman adalah mereka yang apabila disebut nama Allah, gemeterlah hati mereka." (QS. Al Anfal:2).

Dzikir ada dua. Pertama dzikir murni atau dzikir ikhlas yang susuai dengan gerakan hati. Dzikir ini merontokkan seluruh pandangan kepada selain Allah. Kedua, dzikir shafi atau jernih yang dilakukan dengan melenyapkan angan-angan bahwa dirinya berdzikir. Rasulullah saw. bersabda : "Saya tidak mempu menghitung puji-pujian untukmu. Engkau sebagaimana yang Engkau puji atas diriMu sendiri."

Syukur

Dalam setiap nafas ada nikmat Allah. Engkau merasakan nikmat itu jika engkau senantiasa mensyukurinya. Tingkatan syukur yang paling rendah adalah mengakui seluruh nikmat dari Allah, ridla atas apa yang telah diberikanNya, dan tidak mempertentangkannya. Kesempurnaan syukur adalah mengakui dengan lidah sirr atau lidah rahasia yang menyatakan bahwa seluruh makhluknya tidak mampu mensyukuri nikmat Allah yang paling kecilpun, walaupun ia telah berusaha keras.

Mengapa demikian? Karena bersyukur itu sendiri juga nikmat Allah. Taufiq yang mendorong seorang hamba untuk bisa bersyukur yang dijalankan itu juga nikmat. Mensyukuri syukur juga nikmat. Mensyukuri syukur atas syukur-syukur yang banyak wajib dilakukan, dan kemampuan ini juga nikmat. Karena itu, kamu wajib senantiasa bersyukur atas seluruh nikmat Allah yang tidak ada batasnya. Jika Allah telah menguasakan ma'rifat kepada seorang hamba, syukur akan memanggulnya, lalu ia selalu bersyukur dan ridla kepada Allah dan Allah ridla kepadanya. "Dan kemurahan Tuhanmu tidak dapat dihalangi." (QS. Al Isra : 20).

Pakaian

Pakaian adalah nikmat Allah yang diberikan kepada hambaNya agar bisa menutupi kulitnya. Akan tetapi, pakaian taqwa adalah pakaian yang terbaik. Sebaik-baik pakaianmua adalah pakaian yang tidak melupakan batinmu dari mengingat Allah. Jika engkau mengenakan pakaian, maka ingatlah bahwa cinta Allah merupakan pakaian yang menutupi hamba-hambaNya. Karena itu, janganlah kamu membuka aib siapapun yang engkau ketahui. Sibukkanlah dirimu dengan aib-aib dirimu sendiri, lalu tutupilah dengan terus-menerus butuh kepada Allah untuk senantiasa menyucikannya.

Jika seorang hamba melupakan dosa-dosanya, maka jelas demikian itu menjadi siksa bagi dirinya. Ia akan semakin berani berbuat maksiat dan rajin menambah kemaksiatan-kemaksiatannya. Jika ia sadar, lalu bangkit dari tidur kelupaannya, maka tiba-tiba dosa-dosanya terpampang di depan mata hatinya. Hatinya tersiksa karena takut. Jiwanya bergetar hebat. Kemudian mata batinnya menangis menguras air mata hatinya, dan tangisan itu merembet ke mata zahirnya sampai air duka dan ketakutan mengalir dari kelopak matanya.Ketakutan benar-benar mencengkeram jiwanya, lalu timbul rasa malu dan menyesal, kemudian kembali ke pangkuan Tuhannya. Sebaliknya, bila seorang hamba selamanya mengandalkan daya dan kekuatan dirinya, maka ia terputus dari daya dan kekuatan Allah. Oleh sebab itu, lemparkanlah angan-angan dan ibadahmu di antara khauf dan raja'. "Dan sembahlah Tuhanmu sampai keyakinan mendatangimu." (QS. Al Hijr:99). 

Bangun Tidur

Jika bangun dari tidurmu, maka bangunkanlah hatimu dari pembaringan kebatilan. Setelah itu, kerahkanlah seluruh jiwa-ragamu untuk dihadapkan kepada Dzat Yang menghidupkanmu dan tolaklah keinginan untuk kembali kepada dirimu. Bangunlah dengan segenap pikiranmu, lalu terbanglah ke kerajaan langit dengan hatimu. Jangan dibiarkan hatimu mengikuti nafsumu, karena nafsu condong ke kerajaan dunia.

"Hanya kepadaNyalah naik perkataan-perkataan baik dan amal salih dinaikkan [kehadirat]Nya."(QS. Fathir:10).

Siwak

Gunakan siwak karena ia menyucikan mulut sehingga menjadi tempat yang di ridlai Allah. Sucikan zahir dan batinmu dari kotoran akhlak yang buruk. Murnikan amalmu dari kekeruhan riya'dan ujub. Bangunlah hatimu dengan kejernihan dzikir, dan tinggalkan segala sesuatu yang tidak bermanfaat bagimu, bahkan membahayakanmu.

Merias Diri

Jika kamu merias diri untuk memenuhi hajatmu, maka lakukanlah, tetapi juga renungkan. Sesungguhnya kelapangan terdapat dalam menghilangkan najis. Bebaskanlah dirimu dari dirimu, tundukkanlah angan-anganmu, tutuplah pintu kesombongan, bukalah pintu penyesalan, duduklah di atas hamparan lantai pertobatan, berjuanglah mengutamakan perintahNya dan menjauhi laranganNya. Kamu juga harus bersabar untuk mendapatkan hikmahNya. Sucikanlah keburukanmu dengan meninggalkan kemarahan dan syahwat. Gunakan rana cinta (harap) dan takut untuk dijadikan pendayung menuju Allah. Sesungguhnya Allah memuji kaum yang mengarungi samudra ma'rifat dengan cinta (harap) dan takut.

"Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam [mengerjakan] perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusu' kepada Kami." (QS. Al Anbiya : 90)

Bersuci

Jika kamu bersuci, maka pikirkanlah kesucian dan kebersihan air. Sebelum berwudlu, air disucikan dan dibersihkan dari kotoran. Allah telah menjadikan air sebagai sumber keberkahan. "Dan Kami turunkan dari langit air yang berkah (banyak manfaatnya). (QS. Qaf:9). Air itu kamu pakai untuk membasuh anggota tubuh yang telah ditetapkan Allah sebagai anggota wudlu. Buatlah kejernihanmu bersama Allah seperti kejernihan air. Pada waktu berwudlu, basuhlah wajah hatimu dari memandang selain Allah, basuhlah kedua tanganmua dari menjangkau sesuatu selalin Allah, usaplah kepalamu dari rasa bangga dengan selain Allah, dan basuhlah kedua kakimu dari langkah-langkah yang menuju ke selainNya. Saya memuji Allah atas apa yang diilhamkanNya kepadamu dari agamanya.

Keluar Rumah

Jika kamu keluar rumah menuju masjid, maka ketahuilah bahwa Allah mempunyai hak atas dirimu yang wajib kamu penuhi. Dari itu ketenangan, kewibawaan, dan mengambil pelajaran dari makhluk-makhluk Allah, yang baik maupun yang buruk harus kamu lakukan.

"Dan perumpamaan-perumpamaan ini Kami buatkan untuk manusia, dan tiada yang memahaminya kecuali orang-orang yang berilmu."(QS. Al Ankabut: 43).

Oleh sebab itu, tutuplah pandanganmu dari melihat sesuatu yang melupakan dari syahwat. Sebarkanlah salam, baik salam pertama maupun salam jawaban. Tolonglah orang yang minta tolong kepadamu jika urusannya adalah kebenaran. Perintahkanlah kebaikan dan cegahlah kemungkaran jika engkau memang mampu, dan berilah petunjuk orang yang sesat.

Memasuki Masjid

Jika telah sampai di depan pintu masjid, maka ketahuilah bahwa yang kamu tuju adalah "rumah"Dzat Maha Raja Yang Maha Agung. Tidak ada yang bisa menghadap kecuali orang yang suci dan tidak ada yang bisa naik kecuali orang yang ikhlas. Pikirkanlah dirimu. Siapakah kamu? Milik siapakah kamu? Dari mana asalmu? untuk apa kamu hidup? jika kamu telah memperbaiki dirimu untuk berkhidmat kepadaNya, maka masukilah kapal penggilan dan keamanan. Jika tidak, maka berhentilah di tempatmu. Hubungan telah terputus dan jalanmu tertutup. Jika Allah telah mengetahui dari hatimu bahwa kamu telah menghadap kepadaNya, berarti kamu telah diizinkan. Kamu menjadi tanpa kamu. Allah merahmati hambaNya, memuliakan tamuNya, memberi orang yang meminta kepadaNya, dan tetap berbuat baik kepada orang yang berpaling dariNya, maka bagaimana dengan orang yang menghadap ke hadiratNya?

Pembukaan Sholat

Jika kamu telah menghadapkan wajahmu ke kiblat, maka menghadaplah dengan hatimu yang benar dan jujur. Ingatlah, berdirimu di hadapanNya seperti berdirimu pada hari pengadilan akhir. Berdirilah di atas kaki khauf dan raja'. Hapuskanlah hatimu dari memandang dunia dan makhluk. Tujukan semangat dan angan-anganmu kepadaNya karena Dia tidak akan menolak orang yang lari dariNya juga tidak menggagalkan orang yang meminta kepadaNya. Jika kamu mengatakan, " Allahu Akbar / Allah Maha Besar " maka ketahuilah bahwa Dia tidak membutuhkan khidmah dan dzikirmu, karena butuh merupakan sifat dasar makhluk, sedangkan Dia adalah Dzat Yang Maha Kaya dan tidak butuh pelayanan dan dzikir dari makhlukNya. Dia memberimu tugas-tugas yang hakikatnya untuk mendekatkanmu kepadaNya, untuk memperoleh ampunan dan rahmatNya, dan untuk menjauhkanmu dari neraka dan siksaNya.

"Dan Allah mewajibkan kepada mereka kalimat taqwa dan adalah mereka berhak dengan kalimat taqwa itu dan patut memilikinya."(QS. Al Fath : 26).

"Tetapi Allah menjadikan kamu cinta pada keimanan dan menjadikan iman itu indah dalam hatimu."(QS. AL Hujarat: 7).

Oleh sebab itu, bersyukurlah kepada Allah karena Allah telah menjadikanmu orang yang ahli berkhidmah kepadaNya. "Dia adalah [Tuhan yang kita patut] bertaqwa  [kepadaNya] dan berhak memberi ampun."(QS. Al Muddatstir: 56). Artinya, Dia adalah Tuhan yang mampu memelihara makhlukNya, lalu mengampuni orang yang bertaqwa kepadaNya.

Bacaan Al Quran

Allah SWT. berfirman [yang artinya]: "Apabila kamu membaca Al Quran, hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk. Sesungguhnya setan itu tidak ada kekuasaannya atas orang-orang yang beriman dan pasrah kepada Tuhan mereka. Sesungguhnya kekuasaannya (setan) hanya atas orang-orang yang mengambilnya jadi pemimpin dan atas orang-orang yang mempersekutukannya denganNya." (QS. Al Nahl: 98-100). 

"Sesungguhnya siapa yang menjadikannya (setan) pemimpin, maka ia pasti akan menyesatkannya." (QS. Al Hajj:4).

Itulah sebabnya, ingatlah janji Allah atas dirimu dalam wahyuNya. Renungkanlah bagaimana kamu membaca Kalam dan Kitab SuciNya, lalu bacalah dengan tertib dan pikirkanlah isinya. Pada waktu menemukan bacaan-bacaan yang berisi janji-janji, ancaman, contoh-contoh, nasihat-nasihat, perintah dan laranganNya, maka berhentilah untuk merenungkannya. Kita harus khawatir terhadap diri kita yang merasa sudah menegakkan hukum-hukum Allah, padahal sebenarnya kita lupa dan justru menyia-nyiakannya.

Ruku'

Ruku'lah seperti ruku'nya orang yang khusu' kepada Allah, yaitu orang yang hatinya senantiasa tunduk kepada Allah, sehingga tubuhnya ikut menunduk. Ruku'lah  dengan sepenuh ruku', dan jaga perasaanmu dari perasaan telah menjalankan perintahNya. Kamu sebenarnya tidak mampu menunaikan kewajibanNya kecuali dengan pertolonganNya. Kamu juga tidak akan mampu menggapai kampung yang diridlaiNya kecuali dengan rahmatNya. Kamu juga hakikatnya tidak mampu mencegah dari berbuat maksiat kecuali dengan pemeliharaanNya. Kamu juga tidak bisa selamat dari siksaNya kecuali dengan ampunanNya.

"Tidak seorang pun yang bisa masuk surga dengan amalnya," kata Rasulullah.

"Tidak juga engkau, Ya Rasul?! tanya para sahabat.

"Tidak juga aku. Hanya saja Allah telah menggenangi aku dengan rahmatNya," jawab beliau.

Sujud

Sujudlah kepada Allah seperti sujudnya orang yang tawadlu' dan alim. Sujud orang seperti ini mengandung kesadaran bahwa dirinya diciptakan dari tanah yang setiap hari diinjak-injak seluruh makhluk. Ia tercipta dari setetes air mani yang setiap orang pasti jijik melihatnya. Jika seseorang memikirkan asalnya, merenungkan susunan tubuhnya yang berasal dari air yang hina dan debu, tentu ia semakin tunduk dan khusu' di hadapan Allah. Ia tentu akan berkata kepada dirinya. "Celakalah kamu, mengapa kamu mengangkat kepalamu dari sujudmu!  

Tahiyyat

Tahiyyat atau tasyahhud adalah pujian, di samping bisa diartikan syukur atas tambahnya keutamaan dan langgengnya ke muliaan Allah. Karena itu, keluarlah dari rasa mengaku-aku, dan jadilah hamba Allah yang baik dengan dibuktikan perbuatanmu yang taat. Dia telah menciptakanmu sebagai seorang hamba dan memerintahkanmu untuk menjadi hamba.

"Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak [pula] bagi wanita yang mukmin (mengambil) pilihan tentang urusan mereka apabila Allah dan RasulNya telah menetapkan sesuatu ketetapan." (QS. Al Ahzab: 36).

"Dan Tuhanmu menciptakan apa yang Dia kehendaki dan memilihnya. Sekali-kali tidak ada pilihan bagi mereka." (QS. Al Qashsash: 68).

Karena itu, laksanakan ibadah dalam keridlaan dan dengan hikmahNya. Laksanakan ibadah sesuai dengan perintahNya. Bacalah sholawat kepada kakasihNya (Muhammad saw.) setelah memujiNya. Sesungguhnya Dia mengantarkan cinta Rasul kepada cinta Allah, taat Rasul menuju ketaatn kepada Allah, dan mengikuti Rasul digiring untuk mengikuti Allah.

"Katakanlah, 'Jika kamu [benar-benar] mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi kami." (QS. Ali 'Imran:31).

"Barangsiapa menaati Rasul, maka sesungguhnya ia telah mentaati Allah." (QS. Al Nisa':80)

"Sesunggunya orang-orang yang berjanji setia kepadamu sesungguhnya mereka berjanji setia kepada Allah." (QS. Al Fath:10). 

Karena itu, Allah swt. memerintahkanmu membaca shalawat untuk nabi Muhammad saw. "Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikatNya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya." (QS. Al Ahzab:56). Rasulullah saw. bersabda: "Barangsiapa membaca shalawat kepada ku satu kali saja. Allah membacakan shalawat untuknya dengan sebab bacaan shalawat itu sepuluh shalawat, dan memperlakukannya dengan keutamaan."

Kemudian setelah itu, Allah memerintahkan bekerja dengan kerja yang baik dan adil. "Apabila telah ditunaikan sholat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi." (QS. Al Jumu'ah: 10). "Maka apabila kamu telah selesai [dari suatu urusan], kerjakanlah dengan sungguh-sungguh [urusan] yang lain. Dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap." (QS. Al Syarh: 7-8).

Salam

Salam adalah salah satu di antara nama-nama Allah yang dititipkan kepada makhlukNya agar maknanya dipakai untuk bergaul, bermasyarakat, dan bekerja. Jika kamu menginginkan kesalamatan, maka selamatkanlah kawanmu dari kejahatan dirimu dan sayangilah orang yang tidak menyayangi dirinya sendiri. Sesungguhnya manusia hidup di antara berbagai macam cobaan. Ada yang dicoba dengan kenikmatan untuk dilihat apakah ia akan bersyukur kepada Allah. Ada pula yang diuji dengan kesengsaraan untuk ketahui apakah ia akan bersabar.

"Adapun manusia apabila Tuhannya mengujinya, lalu dimuliakanNya dan diberiNya kesenangan, maka ia berkata. Tuhanku telah memuliakanku. Adapun bila Tuhan mengujinya, lalu membatasi, rezekinya, maka ia berkata. 'Tuhanku menghinakanku.' Sekali-kali tidak [demikian]." (QS. Al Fajr: 15-17).

Ketahulah, kemuliaan ada dalam ketaatan, bukan karena di uji dalam kenikmatan. Kehinaan dalam kemaksiatan, bukan karena diuji dalam kesengsaraan. Kenikmatan dan kesenangan sama-sama merupakan ujian. Sedangkan kemuliaan adalah derajat yang diberikan Allah kepada hamba-hambaNya yang mematuhi perintah-perintahNya dalam semua keadaan.

Berdoa

Jagalah etika berdoa, Renungkanlah, terhadap siapakah kamu berdoa, bagaimana kamu berdoa, mengapa kamu berdoa, dan mengapa pula kamu meminta? Doa adalah hakmu, sedangkan keterkabulannya hak Allah. Jika kamu belum memenuhi syarat-syarat doa, berarti kamu belum melaksanakan syarat-syarat dikabulkannya doa. Malik bin Dinar berkata, "Kamu menganggap lambat hujan, sedangkan saya menganggap lambat batu. Seandainya Allah tidak memerintahkan berdoa, tentu tetap wajib atas kita berdoa kepadaNya. Seandainya kita tidak memiliki syarat keterkabulan doa, tetapi ketika kita ikhlas dalam berdoa, maka diberi keutamaan kemustajaban."

"Katakanlah [kepada orang-orang musyrik]. 'Tuhanku tidak mengindahkanmu melainkan ada ibadahmu." (QS.  Al Furqan: 77).

Abu Yazid Al Busthami pernah ditanya tentang ism Al A'zam (nama Allah yang paling agung), lalu dijawab, "Kosongkanlah hatimu dari selainNya, lalu berdoalah kepadaNya dengan namaNya yang mana saja kamu kehendaki."

Yahya bin Mu'adz berkata, "Carilah pemilik nama (maksudnya nama-nama Allah). "Rasulullah saw. Bersabda, "Allah tidak mengabulkan doa dari hati yang lalai. Jika kamu berhasil memurnikan (berdoa dengan ikhlas), maka bergembiralah dengan satu diantara tiga hal: mungkin dianggap kecil [isi doa itu lalu] kamu [diberi Allah] yang lebih besar darinya, dan mungkin kamu dipalingkan dari suatu musibah yang seandainya ditimpakan kepadamu, pasti kamu binasa. Berdoalah kamu [seperti cara] doa orang yang minta perlindungan, bukan [seperti cara] doa orang yang memberi petunjuk."

Diriwayatkan dari Rasulullah saw. yang bersabda, "Allah swt. berfirman, barangsiapa disibukkan dengan mengingatKu dari memintaKu, aku pasti memberinya lebih utama daripada yang Aku berikan kepada orang-orang yang memintaKu." Abu Al Husin Al Warraq berkata, "Saya berdoa kepada Allah sekali, lalu doaku dikabulkan, lalu saya lupa atas hajatku. Maka dari itu, jagalah hak Allah {yang wajib] atas dirimu dalam berdoa, dan janganlah kamu menyibukkan [dirimu] dengan bagianmu. Sesungguhnya Dia lebih mengetahui masalahmu." 

Puasa

Jika kamu berpuasa, maka dengan puasamu niatkanlah untuk menahan nafsu dari syahwat. Sesungguhnya puasa merupakan peleburan kehendak nafsu. Dalam puasa terdapat kejernihan hati, pengurusan tubuh, ingat untuk berbuat baik kepada kaum fakir, berpaling ke hadirat Allah, bersyukur atas keutamaan-keutamaan yang telah diberikan Allah, dan meringankan hisab. Kenikmatan Allah dengan memberimu taufiq sehingga kamu mampu berpuasa adalah lebih agung daripada syukurmu atas kenikmatan itu. Kamu janganlah menuntut ganti atas puasamu.

Zakat

Setiap anggota badan wajib dizakatkan. Zakatnya hati adalah berpikir, yaitu memikirkan keagungan Allah, hikmah-hikmahNya, kekuasaan, hujjah, nikmat, dan rahmatNya. Zakatnya mata adalah digunakan untuk memandang alam dengan mengambil pelajaran darinya dan menjauhkannya dari pandangan bersyahwat. Zakatnya telinga adalah membicarakan sesuatu yang bisa mendekatkan diri kepada Allah. Zakatnya tangan adalah menahannya dari berbuat jahat dan mengulurkannya untuk kebaikan. Zakatnya kaki adalah berjalan menuju kebaikan hati dan keselamatan agama.

Haji

Murid jika haji, sebaiknya menetapkan niatnya pada rasa takut ditolak; melakukan persiapan seperti persiapan orang berpergian yang tidak akan kembali; dan menjalin persahabatan dengan baik. Ketika ihram, ia melepaskan semua atribut dan status keduniaan dari dirinya, menyucikan dirinya dari dosa, dan memakai pakaian kebenaran dan kejujuran. Talbiyah yang diucapkan hakikatnya adalah jawabannya atas undangan Allah. Ihram yang dilakukannya hakikat adalah mengharamkan segala hal yang dapat menjauhkan dirinya dari Allah. Ia kemudian thawaf dengan hatinya, memutari "kursi" kemulianNya. Dilanjutkan wuquf, yang maknanya adalah menjernihkan zahir dan batinnya. Sa'i dengan berlari-lari kecil antara Shafa dan Marwa esensinya adalah lari dari hawa nafsunya. Ia tidak patut bagiNya. Lalu di 'Arafah, ia mengakui kesalahan-kesalahannya.

Di Muzdalifah, ia semakin mendekatkan diri kepada Allah. Sewaktu melempar jumrah, yang dilempar adalah "batu-batu" syahwat, kemudian menyembelih hewan korban sebagai lambang menyembelih hawa nafsunya, dan diakhirnya mencukur bersih dosa-dosanya. Ia berjalan mengunjungi Baitullah untuk mengagungkan Pemilknya. Ia bersedia mencium batu hitam (hajar aswad) karena pasrah dan ridla pada qadla'Nya. Setelah itu, ia thawaf wada' dengan mengucapkan selamat tinggal kepada apa-apa yang selain Allah.

Selanjutnya - Keselamatan, 'Uzlah, Ibadah, Berpikir